Contemplation

Music

Buah Hati Kami PDF Print E-mail
Written by Wahyu & Flora Pamungkas   
Friday, 02 January 2009 09:43

Sekitar jam 20:00, 1 Oktober 1992 , kamu , Florinda Hapsaktilani Pamungkasputri, lahir. Bapak ikut menjaga ibumu yang dengan mata langsung bapak lihat meregang, mengejan, entah rasa sakit bagaimana yang ia rasakan. Kamu lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun , 43 cm , 3.65 kg. Tanggal 1 Oktober, di hari yang saat itu dirayakan sebagai Hari Kesaktian Pancasila atau Hari Panca Sila Sakti. Untuk itu bapak berikan nama tengahmu HAPSAKTILANI...Hari Panca Sila Sakti di Indonesia. Harapannya sederhana, kalau kamu jalani hidup kamu juga dengan unsur kelima sila tersebut, Insya Allah, Dia akan membimbingmu ke jalan yang lurus.

 

 

Asa kami. Pernah kami ceritakan apa isi kendil ari-ari kamu bukan? Seperangkat alat tulis, alat lukis, alat hitung termasuk disket yang saat itu sedang dan baru tumbuh. Bukan berarti kami ingin kamu jadi pelukis, dan bukan pula penulis atau ahli hitung bahkan ahli komputer. Bukan itu semua. Yang kami harapkan hanya sederhana, mudah mudahan dengan bekal yang kami berikan, kebersamaan dan keterbukaan yang kita pelihara, kasih sayang yang kami tunjukkan, kamu akan dapat melukis, menulis, menghitung dan menyimpan langkah langkah dalam hidupmu dalam kondisi apapaun, sehingga apapun yang kamu telah, sedang maupun akan lakukan, dapat berguna untuk agama, bangsa dan keluarga... Kami harapkan dapat kamu lukis  hidupmu dengan kombinasi berjuta warna, dapat kamu tuliskan pikiranmu dengan beribu pena dan tinta, dapat kamu hitung semua langkah langkahmu sekecil dan sebesar apapun dan dapat kamu simpan semuanya dalam sebuah memori sehingga bisa engkau gunakan sebagai bekal dan simpanan  untuk melangkah pada arah yang lebih baik.  Harapan kami,  tetaplah kamu pada jalan yang benar, lurus dan terang tanpa harus melampuai batas. Dia Maha Melihat dan terus membimbing apa yang kamu kerjakan.

 

 

Tambatan hati Kami. Masih kaudengarkan lengkingan tangismu? Apa yang tersirat dari kombinasi tangisan dan permainan otot wajah yang menghasilkan tatapan memelas? Itukah gambaran kekecewaanmu? Itulah gambaran kegundahanmu? Dalam hidup. Itu hanyalah gambaran bahwa kamu belum memiliki koleksi warna yang cukup untuk melukis. Kamu belum memiliki pensil yang baik untuk menulis. Kamu belum memiliki scientific calculator untuk menghitung sinus dan cosinus. Kamu belum memiliki external haarddisk yang cukup untuk menyimpan memori yang banyak. Sehingga kamu tidak cukup kuat utuk menerima warna warna yang lain. Dalam perjalanan selanjutnya, itu akan kamu hadapi terus. Itu akan mengganggumu terus. Itu akan  mengikuti kamu terus. Hanya satu kuncinya, carilah warna sebanyak-banyaknya. Lukislah sebanyak mungkin kanvas yang ada. Hitunglah dengan cermat setiap langkah yang kau ayunkan dan simpanlah semuanya dalam suatu wadah yang cukup. Semua itu, perlu kepercayaan yang teguh . tunduk yang penuh dan penyerahan serta kepasrahan jiwa yang tulus kepada pemberi warna warna dan penyedia kanvas-kanvas . Jangan pernah mengingkariNya. 

 

 

Pelangi Kami. Lalu sudah berapa warna engkau campur hingga sekarang? Sudah berapa kanvas yang kau gambar? Sudah berapa tinta yang engkau habiskan? Lihat perjalananmu, sejak engkau menyusu lalu berganti susu botol. Engkau langkahkan kakimu tanpa harus merangkak. Engkau gapaikan tangan mungilmu di teralis jendela. Betapa fasihnya kau gerakkan tanganmu untuk mencoret dinding kamar tidur. Betapa beratnya kau buka mulutmu untuk menerima sesuap makanan. Namun engkau terus tumbuh, dengan segala macam lukisan, warna dan tulisan. Masih bisakah kau nyanyikan...lagu Paramita Rusadi...Jangan ada airmata , yang engkau nanyikan pada saat kamu berusia tiga setengah tahun? Masih ingatkah waktu bapak peluk erat di atas perangkat olah raga, ketiga bapak baru tiba dari laut, sementara kamu sedang sakit...Ada ceria, ada kerinduan, ada sedih , ada kehangatan ada kebersamaan...Masih kamu simpankah ingatan itu dalam disketmu? Masih adakah kehangatan itu?

 

Mata hati kami. Hari demi hari, minggu tak lagi kembali, bulan berganti bulan, tahun terus berlalu, umurmu terus bertambah. Celotehmu semakin nyaring, ulahmu semakin menggemaskan. Ingatkah kamu dengan perjalanan kamu?  Itu tidak akan terulang lagi. Seperti juga keinginan kami berdua untuk sering bersama kamu semasa kamu masih balita, itu tidak akan pernah terpenuhi karena masa itu tak akan kembali. Aroma minyak telon, semasa kamu masih bayi, usai kamu dimandikan, tidak pernah ada lagi. Ia hanya dapat dikenang dan diambil maknanya. Itu pulalah yang kamu akan alami dalam detak-detak kehidupan ini. Sesuatu yang kita inginkan dan tidak kita lakukan karena berbagai hal, tidak akan pernah bisa kita lakukan, karena kita akan selalu dalam kondisi yang berbeda….tidak akan pernah sama. Haruskah kita menyesal? Tidak perlu. Simpanlah semua itu dalam disketmu dan gunakanlah sebagai referensi jika kamu mengalami atau ingin melakukan hal yang sama. Dengan referensi tersebut, kamu tidak akan mengulang hal yang pernah membuatmu terpuruk, memperbaiki hal yang pernah kamu lakukan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hal hal yang akan kamu lalui kelak. Dengan referensi tersebut kamu akan terus dapat melangkah tanpa harus menundukkan kepala.

 

Debur ombak kami. Sudah berapa banyak warna kusam yang kau gunakan dalam lukisanmu? Warna kusam, iItu gambaran kejengkelanmu. Mulai dari kejengkelan karena tidak dapat menyelesaikan gambar dengan waktu yang terbatas di TK dulu? Kejengkelan karena tak mendapatkan mainan baru? Kejengkelan tidak mampu menggambar dengan sempurna. Lalu kejengkelan-kejengkelan apa lagi yang pernah kamu dapatkan? Itu hanya ekspresi kebebasan yang kamu inginkan. Namun inilah hidup, kita selalu dibatasi dengan ruang waktu, pikiran dan ruang gerak. Batasan tiga dimensi dan tidak lebih. Itu tidak dapat kamu hindari. Karena itu akan membuat kamu semakin sadar siapa kamu sebenarnya dan membuat kamu makin bersyukur kepada Sang Pencipta. Hanya kehidupan "nanti" yang tidak mempunyai segala batasan. Namun itu hanya akan kamu capai bila kamu bisa menguasai segala batas di dunia ini. Itu akan kamu dapatkan bila kamu mampu mengontrol batasan batasan itu dan merubahnya menjadi suatu kekuatan dan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Untuk itu, bukalah tutup cat warna terang kamu. Tutuplah warna kusam tersebut dengan warna ceria, wakau tidak mungkin kamu tutup semuanya, tapi usahakan untuk dapat menorehkan warna terang dalam setiap lukisanmu. Lalu mengapa harus tertunduk? Walaupun kamu tidak akan mendapatkan warna-warna ceria lebih dari apa yang bisa kamu lihat, namun kamu tidak akan pernah mendapatkan warna warna ceria itu bila kamu tidak mencoba mencari dan mendapatkannya.

 

Embun bening Kami. Lelapkah tidurmu malam tadi? Apakah yang kamu rasakan hari ini? Kegelisahan, Kegundahan? Perubahan? Sudah berapa banyak perubahan yang kau alami? Kau rasakan semuanya, hari demi hari tanpa kamu sadari. Sejak kita tinggal di ibu pertiwi. Lalu kita nikmati alam patagonia. Kemudian, kita langkahkan kaki di kota Havana yang penuh dengan segala kehidupan sampai kita menginjak kota karnaval Trinidad. Sudah berapa banyak perubahan yang kau rasakan. Sudah berapa banyak kota yang engkau singgahi? Sudah berapa banyak bangsa yang kau kenal. Sudah berapa banyak adat istiadat yang kau ketahui. Itu belum apa-apa bila kamu bandingkan dengan  banyaknya warna yang akan kamu kenal nanti. Itu belum sejengkalpun bila dibandingkan dengan panjang garis yang dapat kamu toreh dalam hidupmu.  Lalu mengapa harus berkeluh kesah? Mengapa harus gundah bila masih banyak garis garis dan warna yang masih harus kamu lalui dan bisa kamu ciptakan? Lalu mengapa harus berangan-angan? Tidakkah kamu merasa merugi?

 

Langit Merah Kami. Sudah letihkan engkau menggoreskan pena penamu? Kalau itu kamu rasakan,  Itu hanya gambaran perjalanan hidupmu yang terus berulang disuatu titik. Itu hanya gambaran kebosanan dalam hidup. Sehingga bukan garis lurus yang kamu gambarkan, bukan berganti halaman untuk menulis, namun garis melingkar berulang dan kau tulis semua cerita dalam halaman yang sama. Untuk itu, kamu harus mampu terus membuat garis lurus kedepan dan berganti halaman untuk melanjutkan tulisan kamu. Lihatlah sekeliling kamu. Betapa banyak hal yang membuat kamu tidak akan pernah bosan. Lalu mengapa kamu harus mengeluh?  Jangan pernah membuat hidupmu menjadi beban. Nikmati dan lukislah perjalanan hidupmu dengan berjuta warna. Jangan pernah menyerah. Segala kesulitan akan ada jalan keluarnya. Segala kesulitan akan ada jalan keluarnya. Dia tidak pernah memberikan warna warna yang tidak bisa kamu kuasai.

Bunga rampai kami. Sedang menatap apakah engkau? Masih kah kau membutuhkan warna warna yang lain yang lebih pantas, sementara, disekelilingmu berhambur berjuta warna tak terbatas. Masih butuhkah kamu kanvas yang lebih lebar, sementara dihadapanmu terbentang kanvas tanpa pilarr .Masih kah engkau tak cukup dengan tinta untuk menulis perjalananmu, sementara dimana kaki melangkah tersedia tinta dengan jumlah tak terkira. Masih kurangkah kamu dengan kuas yang ada, sementara sejauh mata memandang, kau temukan kuas tersedia. Semakin kamu memerlukan, semakin tampak yang tersedia. Semakin kamu memikirkan, semakin tampak yang ada. Lalu nikmat apa lagi yang harus kamu pungkiri?

 Relung hati Kami. Esok , langkahmu bertambah 24 jam lagi. Kamu masih butuh banyak warna, kamu masih butuh banyak tinta, kamu masuh harus mengganti batere kalkulator kamu lagi dan kamu masih butuh banyak disket lagi. Masih banyak yang harus digambar, ditulis, dihitung dan disimpan. Kami hanya bisa mendukung, menjaga kebersamaan dan keterbukaan. Mari kita jaga kebersamaan dan keterbukaan itu. Kami hanya bisa menjaga harapan, agar engkau tetap berjalan lurus yang diridhoiNya. Kamu hanya bisa berdoa, semoga kamu bisa terus menuliskan perjalanan hidupmu dengan warna warna ceria. Semoga kamu bisa terus menorehkan tinta tinta emas dalam kertas kehidupan. Semoga kamu bisa terus menjalani, menghitung dan menyimpan seluruh detak detak kehidupan dalam irama yang seimbang. Semoga kamu tetap mampu mengerti akan sesuatu yang tidak dan belum bisa kamu lihat,  sehingga bila saatnya tiba, tangan tangan mungil , jari jari lentik,  serta kaki kakimu dapat menulis dan melukis hal hal yang indah…….

 

 

Comments (1)

Last Updated ( Saturday, 24 January 2009 21:03 )
 

Time

Ulti Clocks content

Log In/Register

Online Members

None

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday47
mod_vvisit_counterThis Month247
mod_vvisit_counterAll15777

SPN-IND-ENG